“Mmm.. Ke tempat dojo ya?”
“Iyaa. Besok kebetulan aku tidak ada
kasus. Kau juga telah lama kan, tidak latihan judo.“
“Iya memang. Kalau begitu, aku akan
ajak Gin dan Kazuha juga. Itu boleh kan, Yah?“
“Maksudmu, teman perempuanmu yang
detektif itu? Kalau boleh aku bicara, anak itu sangat sombong.“
“Itu karena Ayah iri kepada Gin..!! “
“Hei, apa maksudmu? Belakangan ini
aku memang tidak menerima kasus. Yaa.. kupikir minggu ini waktu yang tepat
untuk bersantai.. “
“Memang. Karena semua kasus telah
dipecahkan oleh Gin.. Dasar, Ayah.! Ya sudah, aku mau tidur. “
“Hei, Ran..!! Itu tidak benar. !!“
***
Keesokan harinya..
“Selamat pagi..!! “
Ran, Gin, Kazuha dan Kogoro (Ayah
Ran) memasuki sebuah dojo yang cukup besar di kawasan Beika. Ran dan Kogoro
memang seorang pejudo, jadi mereka terbilang sering datang ke dojo. Sedang Gin
dan Kazuha, mereka adalah teman-teman Ran yang sering ikut ke dojo.
“Selamat pagi, detektif Kogoro Mouri. Tidak kusangka kau akan datang sepagi ini. “ , sapa salah seorang yang
berasal dari dalam dojo.
“Yaa. Ini kulakukan untuk
menghindari kemacetan. Oh, ya. Ran. Kenalkan, ini nona Mitsuki Honoka. Kepala
pelatih di dojo ini. Aku yakin sebagai sesama pejudo, kalian akan cocok. “
“Salam kenal. J“ , balas Ran.
“Salam kembali. Baiklah, silahkan
kalian bersenang-senang. Aku harus kembali ke pekerjaanku.“ , kata Mitsuki.
Mitsuki berlalu. Masuk ke dalam
ruangan yang terletak di sebelah kanan. Tak jauh dari tempat Gin dan yang lain
berdiri.
“Mmm.. Ngomong-ngomong, aku akan
masuk ke ruangan yang di masuki Mitsuki itu. Kemarin manager dojo ini
mengundangku untuk mengikuti acara demonstrasi. Ran, kau dan temanmu mungkin
mau membeli sesuatu di kedai seberang jalan itu? “. Pertanyaan Kogoro membuat
Ran sedikit tersentak.
“Ayah ini bicara apa? Sudah tentu
kami akan ikut Ayah. Benar kan, Gin, Kazuha.?“ , seperti meminta persetujuan,
Ran mengerlingkan kepalanya ke dua temannya.
“Itu sudah pasti.. “ , jawab Kazuha
berapi-api. Gin
hanya diam sambil tersenyum tipis. (Gin memang aneh. Sebagai seorang detektif,
sikapnya terlalu maskulin.)
Sudah
kuduga akan begini.. =.=“ , batin Kogoro
dengan muka tertekuk. Mereka berempat berjalan beiringan memasuki ruang
demonstrasi.
Setelah memasuki ruang demonstrasi..
“Ah, paman Kogoro. Ternyata kau akan
datang. Aku sudah menunggumu. Haha. “ , sapa seorang laki-laki berusia sekitar
21 tahun. Dia adalah Hidan Hazae.
“Setelah mendengar tentang
pelaksanaan demonstrasi ini, kupikir kau tidak akan datang, Kogoro. Hahaha..
Ternyata kau tidak cengeng lagi. “, terdengar suara
berat dari seorang pria berusia sekitar 40 tahunan dari belakang Hidan.
Kogure
Masami..!! Kau memang tidak berubah.!! batin Kogoro.
“Hei. Apa-apaan kau ini. Kudengar
kau sudah berhenti dari judo. Dan lagi, orang seperti aku tak akan berubah
pikiran untuk mengikuti demonstrasi ini. Benar kan, Hidan. Hahaha..“ , jawab
Kogoro.
“Yeahh. Tentu saja. Paman Kogoro
memang kereen.. “ , balas Hidan dengan berapi-api.
“Ah, sudahlah, Tuan-Tuan. Sebentar
lagi, demonstrasi akan dimulai. “ Sosok wanita dengan perawakan ramping muncul
dari kiri Kogoro, dan mendekat. “Lebih baik, semuanya siap-siap. Hehe.. J“ , tambahnya.
“Loh, nona Sonoko? Kenapa bisa ada
di sini? Sudah beralih dari samurai ke judo ya? “ , tanya Kogoro.
“Ahaha. Itu jelas tidak mungkin.
Bukannya demonstrasi kali ini, judo digabungkan dengan samurai ? Selain itu, di awal
latihan, harus dengan tutup mata lho. Ahaha. “ , jelas Sonoko.
Ja..jadi
begitu. Uhuhu. Jadi ingin berubah pikiran. T.T , batin Kogoro dengan wajah
ala kepiting yang siap di goreng. Dag dig dug.
Hhh..
Sudah kuduga. Kau tetap cengeng, Kogoro. Hahaha. , batin Kogure, dengan
wajah penuh kemenangan.
Melihat para orang tuanya yang
meributkan hal sepele, Ran, Gin dan Kazuha hanya memandang heran.
Aa..apa-apaan
mereka.. =.=“ , batin Gin, tetap dengan heran.
“Hohoho. Mungkin memang harus segera
dimulai. Begitu kan, Tuan-Tuan.. Hohohoho.. “. Lagi-lagi sebuah suara berat
seorang laki-laki berusia 50
tahunan dari pintu masuk.
“Aaa‘. Tuan Donzou Hattori. “ , kata
orang-orang pejudo dalam ruangan, hampir serentak. Lalu mereka memberikan salam
khas pejudo kepada orang yang dipanggil tuan Donzou.
“Osh. J Baik semuanya. Ayo
cepat kita mulai. Tuan dan Nona, silahkan ambil atributnya di ruang peralatan.
Daan, untuk para nona cantik yang berdiri di sana, “ tuan Donzou melangkah
menuju Gin, Ran dan Kazuha. “Mohon maaf. Tapi
selama demonstrasi, kalian harus berada di luar, nona. “ lanjut tuan Donzou.
Cara bicaranya sangat sopan, selain itu wajahnya juga terlihat sangat
bijaksana.
“Osh. Baik. Ahaha. Tentu saja, kami
akan menunggu di luar. Ayo Gin, Ran. “ , jawab Kazuha.
“Aah, tunggu dulu. Bukannya ada yang
kurang dari pejudonya? “ , kata Ran.
“Aaah. Saya rasa juga demikian.
Pantas saja jumlah pejudonya tidak genap. “, tuan Donzou menyetujui perkataan
Ran.
“Mitsuki. Di mana Mitsuki? “ , kata
Gin. Benar juga. Mitsuki tidak ada di ruangan.
Cklak..
Suara pintu dibuka.
“Hah, hah. Ah, maaf. Sepertinya
saya terlambat. “ , Mitsuki berbicara sambil mengatur napas. Dia sudah
menggunakan seragam sama seperti yang lainnya. “Tadi saya ke luar untuk membeli
minum. Ahaha. Sekali lagi maaf ya. “ , lanjutnya.
“Baiklah. Segera kita mulai.
Nona-nona, silahkan. “ ,kata Donzou Hattori. Mempersilahkan Ran, Gin dan Kazuha
keluar.
Ketiga remaja itu beranjak keluar.
Saat menuju ke pintu, Gin mengalihkan perhatiannya ke keadaan di belakangnya.
Terlihat beberapa orang terlibat percakapan.
“Hei, Hidan. Botol minummu itu, tidak kau lepas? “ , tanya Kogoro
“Ah, ini. Tidak usah. Dengan
digantungkan di ikat pinggang celana begini, akan mudah mengambilnya saat haus.
Ahaha. “ , jawab Hidan.
“Hidan. Tolong pengangkan samuraiku,
sebentar. “ , Mitsuki dari belakang meminta tolong. Hidan lalu memegangkan
samurai Mitsuki.
“Ah, ternyata kau masih mau bicara
denganku, Mitsuki. Atau mungkin, kau masih
mencintaiku? Ahahaha.. “ , jawab Hidan enteng.
“Jangan bodoh. “ , Mitsuki mengambil
kembali samurainya. Ternyata dia memakai sarung tangan. “Itu tidak mungkin
terjadi. “
“Yaaa, aku tau. Ah, kenapa kau pakai sarung tangan segala.? “
“Tanganku berkeringat. “ , jawab
Mitsuki singkat. Kemudian berlalu meninggalkan Hidan. Yang ditinggalkan lalu
mengambil botol minuman yang tergantung di celananya, lalu meneguknya.
Hhhmm..
Mantan ya..Hahaha..
, batin Gin. Saat hampir mendekati pintu keluar Gin mengarahkan pandangannya ke
bawah.
Tik..
Gin sedikit terkejut melihat sesuatu yang menempel di lantai. Gin lalu
berjongkok, dan memungutnya. Ini.. kenapa
ada di sini? Siapa yang membawanya?
***
Setelah keluar dari
ruang demonstrasi..
“Gin, Ran. Kita ke kedai itu yuk.
Aku ingin minum. “ , ajak Kazuha, sambil menunjuk kedai yang di depan.
“Mmm. Bagaiman kalau ke kamar kecil dulu? “ , Gin meminta.
“Benar juga. Rasanya panggilan
alamku tidak bisa di toleran lagi. “ , jawab Ran ngasal. “Kazuha, mau kan? “,
tambah Ran.
“Ugh, baiklah. Sepertinya panggilan
alamku juga udah konser. “
“Ahahaha.. “ , mereka bertiga
tertawa lepas. Sambil melangkah menuju toilet.
Di toilet..
“Mmm, Ran. Sebenarnya, tentang pak
Donzou tadi. Siapa
dia? “ , tanya Gin.
“Oh, dia. Dia adalah pejudo yang tak
terkalahkan. Dia selalu menang dalam turnamen. Kecuali, oleh nona
Mitsuki. Kamu tau kan, nona Mitsuki yang masih muda dan perempuan pernah
mengalahkan pak Donzou. Di sini, pak Donzou
menjadi manager. Dia juga kaya. Kau tau nona Sonoko? Aku pernah dengar bahwa
nona Sonoko sedang terlibat hutang dengan pak Donzou. “ , terang Ran.
“Ran, Gin. Ayo. Kalian sudah selesai
kan? “
“Iya. Ayo kita ke depan“ , ajak Gin.
Setelah keluar dari toilet, mereka
bertiga kembali melewati ruang demonstrasi. Tapi, baru beberapa langkah, mereka
dikejutkan oleh sesuatu.
Bugh,
jlep.. “Aaaaargg.. “ , terdengar teriakan dari dalam ruangan.
Sontak, Gin berlari menuju ruang, mendobrak pintu, lalu... membelalakkan mata.
Tuan Donzo Hattori tersungkur
berlumuran darah dengan samurai terhunus di dada kirinya..!!
***
“Sesuai perkiraan, korban diserang
dari depan. Di dorong hingga pintu, lalu di tusuk dengan katana. Sepertinya, orang yang melakukan
ini adalah orang yang sangat lihai dalam penggunaan katana dan sejenisnya. “
Inspektur Yamato, dari kepolisian telah tiba untuk memeriksa kondisi korban.
“Tapi, bagaimana dengan laporan
tentang mata yang ditutup saat waktu pembunuhan? “ , tambah polisi Chiba
“Itu juga yang jadi keherananku.
Untuk saat ini, minta keterangan yang lebih lanjut pada orang yang berada di
ruangan ini saat waktu terjadinya pembunuhan. “ , Inspektur Yamato menegaskan.
Gin yang berada di
ruangan itu, berjalan mendekati lokasi korban. Lalu mulai mengamatinya.
Korban
ditusuk dengan katana.Keadaan ruangan ini jelas tertutup. Itu berarti pelaku
adalah salah satu dari yang berada di ruang ini. Tapi, bagaimana pelaku
membunuh korbannya dengan keadaan mata yang tertutup. Zing.. Ah, ada bekas air.Gin berjongkok untuk
melihat lebih dekat. Gin menempelkan jari tulunjuk kirinya ke bekas air yang
mulai mengering. Aah. Ini kan.. Hidan.!!
Gin mengerutkan wajahnya. Dia langsung menghambur menuju Inspektur.
“Inspektur Yamato“ , sapa Gin.
“Ooh, Gin. Kau ada di sini? Sudah
menemukan sesuatu? “ , jawab Inspektur Yamato.
“Kebetulan tadi detektif Kogoro
Mouri mengajakku dan Kazuha kemari. Ah, dan lagi. Aku ingin melihat kondisi
korbannya.“ , lanjut Gin.
“Sepertinya kau menemukan hal yang penting.
Baiklah, kau bisa melihatnya di ambulans. Ada di depan sana.“ , jawab Inspektur
Yamato.
“Arigatou, Inspektur Yamato.“
“Osh, Gin.“
Gin keluar dari ruang. Di depan
ruangan ada Ran dan Kazuha.
“Ran, Kazuha. Mau ikut tidak? Ke
kedai depan. Tadi, kalian belum sempat minum kan? “ , kata Gin.
“Osh. Tentu Gin. Ayo berangkat..
>_<“ , tekat Kazuha memang berapi-api. Mungkin amaterasu pun akan bisa
dikalahkan oleh tekat Kazuha ini.
Kazuha berjalan di depan. Tinggal
Ran dan Gin yang berjalan beriringan.
“Gin, besok kamu nggak ada kasus
kan.? Aku punya tiga tiket pertunjukan sulap di Kyoto. Nanti kita berangkatnya
naik kereta. Gimana.? “
“Hheehe. Sulap ya. Yang seperti apa?
“
“Yang ini hebat. Pesulapnya akan
ditutup matanya. Lalu, dia akan bertarung dengan samurai. Kereen kaan.. “ ,
sepertinya Ran juga punya kekuatan untuk mengalahkan amaterasu. =.=“
“Ahahaha.. Ran-chan, jika kau tau
triknya itu takkan sekeren yang dibayangkan. Pesulap yang ditutup matanya akan
tetap bis...aa “ Ting..!! Gin
menghentikan penjelasannya. “Ran-chan, aku pergi sebentar. Ran menyusul Kazuha
saja. Nanti aku juga akan ke sana. “. Belum selesai Gin berkata, dia suda
menghambur ke seberang jalan tempat ambulans terparkir.
“Giin.. Mau ke manaa..?? Cepat
,menyusuul kamii.. “ , teriak Ran dari belakang Gin.
Jadii..
Seperti itu.. Pelaku menggunakan trik yang sama dengan pesulap mata tertutup.!!
Gin berlari menuju ambulans dengan rahang mengatup.
Sesampainya di dalam
ambulans..
Gin memengamati tubuh pak Donzou.
Bekas katana terhunus terlihat jelas di dada kirinya bersama bercak darah yang
mulai mengering.
Tusukannya. Kenapa begini? Dan, Inspektur bilang korban terkena tendangan dari pelaku. Berarti di sini. Ah,
yang ini, telak. Di ulu hati. Pik..!! Apa
ini. ? Gin memungut sesuatu dari pakaian pak Donzou. Haah. Ini kann..
Gludak.. Gin keluar dari ambulans. Segera berlari
menuju dojo. Tapi, baru berlari beberapa
meter, Gin mendapati Kazuha dan Ran telah berdiri di depan dojo.
“Ran, Kazuha. Kalian tidak jadi minum.? “ , tanya Gin, heran.
“Huuh. Ini menyebalkan. Kedai di
sana tidak menjual minuman. Mereka bilang, hari ini semua minuman botol laris
terjual. Karena begini, aku dan Ran harus berjalan ke kedai yang di sana. Dan
yang paling menyebalkan, kedai jauh itu hanya menjual minuman jenis ini... “,
keluh Kazuha, sambil mengacungkan sebuah botol minuman.
Ziing..!!
Gin terkesiap melihat itu.
“Ini menjijikkan. Kedai di sana di
kelilingi oleh tanah yang berumput. Rumputnya basah. Agh, sepatuku kotor. Kalau
masuk dojo, pasti akan menumbulkan jejak. “ , Ran juga mengeluh.
Sepatu,
jejak, rumput basah, botol minum.. Hmm.. Ahh..!! Jadi.. begitu. Batin Gin.
Seketika itu juga, Gin berlari mendahului Ran dan Kazuha.
“Ran, Kazuha. Ayo segera ke ruangan.
“ , ajak Gin, setengan berteriak.
“Tapi, Giinn.. “ , Ran dan Kazuha
memanggil bersamaan. Tapi
yang dipanggil telah melesat.
Jika
memang begitu, kenapa harus botol minuman Hidan.? Apa maksudnya? Dan, lukanya.
Jika seperti ini, akan terlihat bahwa pelakunya adalah…. Hidan Hazae.!!! Gin masuk dalam ruangan. Di sana telah ada
Inspektur Yamato, polisi Chiba, Kogoro serta beberapa polisi lain. Jejak kaki, sepatu. Sepatu..!! , Gin
mengedarkankan pandangannya ke bawah.
“Ah, Gin. Kami telah mendapat hasil
dari penyelidikan. “ , kata Inspektur Yamato.
“Jadi, pelakunya telah diketahui.? “
, tanya Gin.
“Untuk saat ini, polisi menyimpulkan
pelaku adalah salah satu dari tiga orang berikut. Yang permata, Sonoko Kisaki.
Dia memiliki motif yang kuat untuk membunuh pak Donzou. Sonoko terlibat hutang
dengan korban. Selain itu, Sonoko juga sangat lihai dalam menggunakan pedang.
Dari sini, bukti jika Sonoko pelakunya sudah mulai terlihat. Yang kedua, Hidan
Hazae. Tuduhan ini ada karena...... dalam gagang katana yang digunakan untuk
menusuk pak Donzou, ditemukan sidik jari Hidan. “ , mendengar penjelasan dari
polisi Chiba, wajah Hidan langsung menegang. “Dan yang terakhir, Kogure Masami.
Kemungkinan motifnya adalah untuk menggeser kedudukan pak Donzou yang telah
lama diincarnya. Tapi, demikian. Semua tuduhan masih berdasarkan dengan
kemungkinan motif. Dan yang mengherankan adalah, bagaimana pelaku membunuh
korban dengan mata tertutup. “ , tandas polisi Chiba.
“Ta..tapi kan, saya, itu.. “ Hidan
berkata dengan terbata-bata.
“Memang benar. Pelakunya, adalah kau
Hidan Hazae. “
***
“Kau yang menyerang pak Donzou
dengan katana. Kau hanya bisa mengira-ngira saat itu karena matamu tertutup,
sehingga kau sulit bergerak. Itulah yang menyebabkan, botol minuman yang
tergantung di pinggangmu itu tumpah ke tubuh pak Donzou, dan tercecer di
sekitar korban. Lalu kau segera bangkit, menjauh dari korban dan segera menutup
kembali botol minummu. Kau meninggalkan sidik jari di katana. Dan, bajumu.
Pasti di sana ada bekas percikan dari minumanmu. Benar kan, Hidan.. “ , jelas
Kogoro. Yang sontak membuat suasana menjadi cengang.
“Tapi paman. Itu.. ti... tidak
mungkin kaan.. “ , jawab Hidan.
Hm..
Jika memang benar yang dikatakan Paman, kenapa ada... Sret..!! Ekor mata Gin menangkap sesuatu. Air
wajahnya sontak berubah. Dii..dia..!!
Botolnya..!! Gin membalikkan badan,
berlari ke luar ruang. Yang jelas membuat semua heran. Jika dugaanku benar, maka... Gin menuju tempat sampah, mengoreknya,
dan memungut sebuah botol. Bibir mungilnya mengulaskan senyuman. Pelakunya, bukan Hidan..!!!
***
“Sepertinya, pelaku yang
sesungguhnya, bukan dari ketiganya, Inspektur. “ , ucapan Gin membuat Kogoro
tercekat.
“Bukan begitu, nona Mitsuki Honoka.?
“Kau yang membunuh tuan Donzou
Hattori. “ tandas Gin.
“Gin.. a..apa maksudnya.? “ , Kazuha
juga ikut tercekat.
“Jika aku tidak salah, jenis minuman
yang anda beli sesaat sebelum demonstrasi dimulai adalah minuman yang sama
dengan yang dibawa Hidan, dan anda membelinya di kedai jauh sana, kan. “ , ucap Gin.
“Lalu, saat melakukan pembunuhan,
kau sengaja menumpahkan minumannya, untuk membuat seakan-akan pelakunya Hidan.
Karena orang akan berfikir, jika satu-satunya yang membawa minuman itu hanyalah
Hidan. Benar begitu kan, nona Mitsuki. “ , lanjut Gin.
“Aa..apa.? Aah,ahahah. Mungkin kau
bercanda. Tapi kan, jelas pembunuh yang lebih cocok adalah Sonoko yang lihai
memainkan pedang itu? Lagi pula, aku kan seorang perempuan. Mana mungkin mampu
mengalahkan tuan Donzou yang legendaris itu. “ , kata Mitsuki setelah mendengar
penjelasan dari Gin.
“Seorang samurai, akan mengetahui
letak kelemahan lawannya, dengan begitu sang samurai akan mendaratkan hunusan
tepat di titik kelemahan si korban. Tetapi berbeda dengan pak Donzou. Jika
memang titik yang dipilih adalah jantungnya, tusukannya tidak mungkin meleset
jauh ke kanan dari jantungnya. Selain itu, kau melupakan satu hal. Meski kau
perempuan, kau adalah satu-satunya orang yang pernah mengalahkan pak Donzou
dalam pertandingan.
“Dengan begini, nona Sonoko bias dilepaskan dari tuduhan. Selain itu,
saat nona Mitsuki menendang pak Donzou hingga ke pintu, dari hasil autopsi, tendangan
itu telak di ulu hatinya. Dengan ini, peluang untuk menjadi tersangka adalah
seorang pejudo. Dan pada saat Mitsuki mendaratkan tendangannya, ia meninggalkan
sebuah jejak yang juga terdapat di alas kakinya. Jejak rumput basah, yang
dibawanya dari kedai jauh waktu membeli minum. “ , ucap Gin.
“Ahahaha. Bocah, ceritamu yang
terdengar seolah telah dirancang ini memang menarik, tapi apa kau lupa. Di
gagang katana itu, terdapat sidik jari Hidan. Seharusnya jika pelakunya aku,
seharusnya sidik jariku kan yang ada di sana. “ , kata Mitsuki. Nada suaranya
terdengar agak bergetar.
“Itu karena, kau menyuruh Hidan
untuk memegangkan katanamu, selagi kau memakai sarung tangan. “ , ujar Gin.
Raut wajahnya menampakkan aura yang cerdik. “Dengan begini kau membuat seolah
Hidan-lah pelakunya. “ , tambah Gin.
“Dan pasti, jika polisi menggeledah
tasmu, mereka akan menemukan sarung tangan dengan sidik jarimu di sana, dan
juga… di sini. “ , kata Gin. Seraya mengacungkan sebuah botol minuman kosong
yang sama dengan milik Hidan.
“Haah.. Ka.kau.. “ , Mitsuki
membelalakkan kedua matanya. Tenggorokannya sesara tercekik, tak mampu
mengeluarkan sepatah katapun.
“Tapi, Gin. Bagaimana dia melakukan
pembunuhan dengan mata tertutup? “ , tanya polisi Chiba.
“Itu mudah, polisi Chiba. Karena dia
menggunakan trik yang sama dengan pesulap mata tertutup. Saat menutup matanya
dengan kain, kelopak mata akan dipejamkan rapat-rapat sampai kain terikat.
Setelah itu, saat mata dibuka dalam keadaan tertutup, kelopak mata akan
mengangkat kain ke atas sedikit-sedikit hingga terbuka celah untuk melihat.
Begitu lah, trik sulap mata tertutup. “ , jawab Gin. Dengan senyuman
tersungging di bibirnya.
“Lalu, kenapa Mitsuki harus
menjadikan Hidan sebagai tersangka? “, Tanya Kogoro.
“Itu karena, dia-lah yang
menghancurkan semua usahaku. Hidan Hazae-lah, yang telah memperalat perusahaan
kecilku, untuk mendapat keuntungan bagi usaha dojonya. Itu benar kan Hidan.!!!
“, teriak Mitsuki sambil terisak. “Dan soal pak tua Donzou, dia-lah yang
menjadi sumber dana dari perusahaanku. Aku telah berhutang banyak padanya. Tapi
karena usahaku yang hancur, aku jadi ketakutan dengan hutangku. Akhirnya aku
putuskan, untuk mengakhiri saja hidup tua bangka itu, dan menjadikan Hidan lah
tersangkanya. ITU BENAR-BENAR JENIUS KAAN..!! “ Mitsuki berteriak dengan liar.
Dia jadi tak terkendali, sambil terisak.
“Maa..maafkan..maafkan aku, Mitsuki. Andai oto-san tidak mengetahui
bahwa perusahaan bilateralnya adalah Donzou, mungkin kau tak akan perlu
melakukan semua ini. Mitsuki, aku benar-benar minta maaf. “ , ujar Hidan
tiba-tiba dengan wajah tertunduk.
“Baiklah, dengan ini kasus selesai.
Dan anda, nona Mitsuki. Harap ikut kami ke kantor sekarang juga. “ , kata
Inspektur Yamato.
***
“Dengan begini kita bisa pergi ke
Kyoto untuk melihat sulap kaan.?? Yuhuu. “ , kata Ran.
“Tapii, gara-gara Gin memberi tahu
triknya, sulap itu jadi tidak menarik lagi. “ , jawab Kazuha.
“Yaah. Tapi itulah kebenarannya. Dan
kebenaran, hanya ada satu.!! Haha.. “ , ujar Gin.
Ketiga remaja itu tertawa lepas
sambil berjalan beriringan, berhiaskan cahaya matahari senja.
“Heii, Raaan. Kazuhaaa.. Dan, heei
Giin.. Apa sih.??!! Kenapa aku ditinggaal.. “ , teriak Kogoro Mouri dari jarak
yang cukup jauh dengan ketiga remaja tersebut.
Nama : Sintia Arianti
Kelas : 9G
Absen : 26






0 komentar:
Posting Komentar