Kamis, 17 Maret 2011

SIAL

(drama gerak)
Suatu hari, di sebuah taman terlihat seorang anak perempuan sedang duduk sendirian di salah satu bangku taman itu. Dia tak lain adalah Mano. Ya.. begitulah teman-temannya memanggilnya. Mano terlihat sedang melamun. Pandangan matanya kosong. Hingga tiba-tiba…
Mano : (melirik ke samping. Di sebelah tempatnya duduk.)
Mano melihat sebuah buku usang tergeletak di sampingnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan , tiba-tiba dia mengambil buku itu. Halaman demi halaman dia buka, hingga akhirnya..
Mano : (mengangkat benda yang baru ditemukannya dengan pandangan heran campur tidak percaya.)
Mano menemukan sebuah kalung bermata sebuah cincin. Mano lalu memasang kalung itu. Meski dia tak tau siapa pemilik kalung tersebut. Karena merasa senang dengan barang temuannya, Mano memutuskan untuk memperlihatkan kepada teman-temannya. Mano pun baranjak dari tempat duduknya, hendak berkeliling taman.

Mano : (berjalan dengan senang sambil melihat kesana kesini, mencari di mana teman-temannya.)
Sintia : (berjalan berlawanan arah dengan Mano. Dengan tergesa-gesa.)
Karena terlalu senang, Mano tidak memperhatikan sekelilingnya. Bahkan saat ia berjalan, pandangannya kesana-kemari.
Sintia : Brukk. (jatuh ditabrak Mano. Buku bawaannya jatuh berantakan. Segera mengambil bukunya yang jatuh)
Mano : (mundur sedikit. Kaget dengan apa yang terjadi. Lalu jongkok, dan membantu Sintia membereskan bukunya. Lalu mengulurkan tangannya yang berisi buku kepada Sintia)
Sintia : (berdiri sambil menerima buku dari Mano.)
Mano : (mengulurkan tangannya kembali. Berniat ingin minta ma’af.)
Sintia : (dengan wajah kesal, menerima uluran tangan Mano.)
Mano : (melepaskan jabatan tangan. Tersenyum ke arah Sintia, lalu pergi meninggalkan Sintia.)
Sintia : (heran. Lalu melirik dengan sinis ke arah Mano yang berada di belakangnya.)
Mano : (terus berjalan. Tidak memperdulikan pandangan Sintia.)
Sintia : (berpaling. Lalu hendak melanjutkan berjalannya. Tapi tiba-tiba... Brukk.. Sintia terpeleset lagi. Bajunya kotor dan bukunya semakin berantakan.)
Mano yang tak tahu tentang Sintia, tetap melanjutkan jalannya. Di tengah jalan, Mano ketemu dengan Pepeb.
Pepeb : (sedang duduk sambil membaca koran.)
Mano : (menyibak koran Pepeb, berniat menyapa. Lalu memberi senyuman pada Pepeb.)
Pepeb : (membalas senyuman Mano. Lalu melanjutkan membaca.)
Mano : (pergi melanjutkan perjalanannya.)
Pepeb : (menoleh ke arah Mano pergi. Tiba-tiba koran yang dipegangnya tersobek. Dilanjutkan dengan kursi yang ia duduki patah. Lalu ,“gubrakk“ Pepeb jatuh tersungkur.)
Mano : (menoleh ke arah Pepeb. Heran dengan apa yang terjadi. Lalu kaburrr..)
Melihat hal itu, Mano terheran-heran oleh Pepeb. Tapi, bukannya menolong, Mano malah kabur. Di jalan, Mano memikirkan tentang apa yang barusan dia alami dengan orang yang bertemu dengannya. Mengapa mereka sial..?? Sedang heran dengan pikirannya, Mano bertemu dengan Aziez.
Mano : (memandang ke arah Aziez. Dengan muka melas.)
Aziez : (menoleh ke arah Mano.)
Mano : (“apa kau sial hari ini ?“ . Mano menanyakan hal itu kepada Aziez.)
Aziez : (menggeleng.)
Mano : (tersenyum. Senang dengan jawaban Aziez. Lalu melambaikan tangan, dan melanjutkan jalannya.)
Aziez : (tersenyum. Juga melanjutkan jalannya. Membelakangi Mano. Tapi tiba-tiba kaki Aziez menginjak sebuah kulit pisang. Aziez lalu terpeleset. Belum berakhir, sebuah kotoran burung jatuh menimpa Aziez. Aziez tergelinding lalu akhirnya masuk ke sebuah selokan. Bajunya kotor, dan wajahnya heran.)
Mano : (menoleh dengan wajah kaget campur sedih ke arah selokan di mana Aziez jatuh. Lalu, kaburr...)
Lagi-lagi Mano kabur melihat hal seperti itu terjadi pada orang yang di jumpainya. Mano takut hendak menolong. Takut jika nanti dia yang disalahkan atas kejadian yang menimpa orang itu.
Mano : (tetap berjalan. Namun kini dengan pandangan kosong. Lalu melihat bola lewat di depannya. Memungut bola itu. Dan membawanya.)
Wahyu : (lewat di depan Mano.)
Mano : (mengulurkan bola kepada Wahyu. Hendak di ajak bermain.)
Wahyu : (menggeleng. Dengan ekspresi wajah sok sibuk. Lalu pergi meninggalkan Mano.)
Mano : (sedih. Lalu pergi.)
Wahyu : (mengambil camilannya. Lalu memakannya. Tiba-tiba Wahyu tersedak. Segera meraih botol minumnya. Tapi merusut hingga menumpahi Wahyu. Hingga akhirnya Wahyu terpeleset karena tumpahan air.)
Lagi-lagi Mano hanya melihat lalu pergi. Sama seperti yang lalu. Mano berjalan dan terus berjalan.
Mano : (heran. Melihat Aziez penuh plaster dan perban di sekujur tubuhnya. Mano berjalan menuju Aziez.)
Aziez : (takut malihat Mano. Aziez lari tergesa-gesa. Hingga tak menyadari ada pohon di depannya. Dan ‘brukk’.. Pohon di tabrak Aziez.)
Mano : (melongo.)
Kebetulan tak jauh dari pohon yang ditabrak Aziez, Pepeb, Sintia dan Wahyu yang sedang duduk di sebuah bangku melihat kejadian itu. Mereka semua tertawa terbahak-bahak kepada Aziez maupun Mano. Tapi sayangnya, tawa mereka tak berlangsung lama. Karena..
Pepeb cs : (tersungkur ke belakang karena bangku yang tadi mereka duduki patah.)
Mano : (menangis melihat apa yang terjadi pada teman-temannya dan dirinya.)
Karena tak tega melihat Mano menangis seperti itu, Sintia, Pepeb, Aziez dan Wahyu menghampiri Mano.
Mano : (tersedu-sedu. Lalu seperti ingat sesuatu. Mano lalu melepas kalung yang tadi ia temukan.)
Teman-teman : (heran dengan sikap Mano.)
Mano : (meyakinkan pada mereka bahwa kalung itulah yang membuatnya menjadi pembawa sial.)
Teman-teman : (percaya dengan pendapat Mano. Lalu Aziez mengusulkan untuk membuangnya.)
Mano : (menuruti usul Aziez. Setelah dibuang, Mano menghampiri mereka semua. Lalu tersenyum. Kemudian menjauh dari mereka.)
Teman-teman : (heran dengan perilaku Mano. Tetap berdiri, tidak ada kejadian apapun yng bisa disebut sial.)
Mano : (tersenyum lega melihat hal yang barusan didapatinya. Lalu berjalan mendekati teman-temannya lagi.)
Semua : (tertawa dengan girangnya. Lalu berjalan bersama. Sambil bercanda ria.)
Akhirnya Mano tahu apa yang membuatnya menjadi “pembawa sial“. Karena kalung itu ternyata. Kalung yang tak jelas asal dan usulnya. Mano membuang kalung itu. Melemparnya. Hingga kalung itu terbang entah kemana.. Dan kalung itu.................. saya temukan.

The End ^^

0 komentar:

Posting Komentar