Bener gag sih, pelajaran eksakta itu merupakan “haantuu“ bagi sebagian besar pelajar??
Hmm… eksakta… Emang sih, ilmu pasti itu bisa dibilang pelajaran tersulit dibidang akademis. Belajar eksakta emang butuh sesuatu yang lebih dibanding pelajaran lain. Yaittu,, satu. Ketelitian, dua. Daya ingat dan pikir yang baik dan tiga. Ketelatenan. Teliti, karena banyak ngitungnya. Daya ingat dan pikir yang baik, buat hafalan rumus sama kecepatan dalam menghitung. Ketelatenan, karena mesti ngejabarin terlebih dahulu. Apalagi kalau udah ngadepin soal kombinasi. Hii.....
Mungkin hal ini yang buat eksakta jadi tidak disenangi sebagian besar dari pelajar. Padahal pelajaran ini termasuk dalam salah satu mata pelajaran yang diujikan waktu UNAS. Ditambah dengan cara belajar eksakta lebih tepat dengan cara latihan. Nggak cocok kan, sama cara belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). He..he...he.. jadi nggak heran, kalau banyak yang menjadikan eksakta sebagai “hantu“ pelajaran.
Lalu, apa eksakta akan selalu menjadi “hantu“?? Ada nggak cara belajar eksakta yang buat kita cepet paham tapi juga asyik??
Ini yang sulit dijawab. Sebenarnya, eksakta bukanlah “hantu“ pelajaran. Semuanya kembali pada diri pelajar masing-masing. Banyak pelajar yang menganggap eksakta pelajaran tersulit di sekolah, maka pelajar tersebut akan cenderung pesimis terlebih dahulu terhadap eksakta. padahal, jika kita melihat dari sudut pandang lain, akan terlihat jika eksakta akan sama seperti pelajaran pelajaran lainnya. Kita ambil contoh, kakak kelasku. Mas Imang (bukan promosi lho). Dia mampu bergelut dengan eksakta khususnya fisika. Terbukti dengan seringnya Mas Imang menjuarai sebagian besar olimpiade-olimpiade fisika yang pernah dia ikuti. Dari sisi itu, kita dapat berfikir, jika Mas Imang bisakenapa kita enggak?? Hal itu terjadi bukan karena kita yang bodoh, karena pada dasarnya semua manusia itu pintar. Mungkin, hal itu disebabkan karena cara belajar eksakta kita yang keliru atau tidak tepat.
Kalian tau nggak?? Kalau minat belajar seseorang itu dipengaruhi juga lho sama orang yang mengajarinya. Coba’deh. Kalau kita belajar matematika, apalagi pas bab yang itung-itungannya bejibun banyaknya. Ditambah guru yang cerewet abiss. Killer, juga sadis abiss. Pasti mood kita langsung ilang untuk belajar. Beda ama kalau kita belajar didampingi guru yang asyik, care dan bisa diajak ngobrol. Minimal lah, wajahnya nyenengin.(hehehe) Pasti deh. Mood kita bakal selalu ada buat belajar. Meskipun tujuan kita belajar cuma buat cipika-cipiki ama guru asyik.(hehehe)
Selain itu, belajar eksakta itu butuh latihan. Dengan latihan, kita akan terbiasa dengan soal-soal eksakta yang njelimet itu.
So, conclution nyaa eksakta bisa karena biasa. J Juga, kalau emang mentok nggak suka ama eksakta, coba aja cari guru yang kayak diatas tadi.
Dengan begitu, diharapkan minat kita pulih lagi buad belajar eksakta. Daan,, jadikan eksakta sebagai temanmu, bukan hantumu. J Okke,,,






0 komentar:
Posting Komentar