Sirsak
(Annona muricata L.)
adalah salah satu jenis buah yang banyak di jumpai di Indonesia. Iklim tropis
dan kondisi tanah yang sesuai menjadi faktor utama banyaknya pohon sirsak yang
tumbuh di negara sekitar garis khatulistiwa. Daerah asal buah berduri ini
adalah Karibia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sirsak secara komersial
ditanam untuk diambil daging buahnya. Pada umumnya daging buah sirsak berwarna
putih dan terasa masam saat dikonsumsi secara langsung. Hal ini tidak
mengurungkan niat masyarakat untuk mengolah sirsak menjadi aneka makanan dan
minuman, seperti jus dan selai, mengingat bahwa daging buah sirsak menawarkan
berbagai kandungan positif seperti kadar vitamin C yang tinggi, karbohidrat terutama
fruktosa, dan serat. Namun, selain buah sirsak yang kaya akan zat-zat berguna,
ternyata daun sirsak juga dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi dengan tujuan
medis, terutama untuk pengobatan alternative penderita kanker.
Beberapa
masyarakat telah mengetahui khasiat daun sirsak bahkan telah menerapkannya di
kehidupan. Akan tetapi informasi mengenai kegunaan daun sirsak masih belum
marak di semua lapisan masyarakat. Ada yang telah mengetahui hal ini tetapi
mereka masih bertanya-tanya tentang validitasnya. Pada kalangan tertentu bahkan
ada yang belum mengetahui informasi mengenai manfaat daun sirsak. Dari hal ini,
maka sebenarnya zat apakah yang terkandung dalam daun sirsak yang dikatakan
ampuh melawan sel-sel ganas pada kanker?
Pada
awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic
pada daun sirsak dimana senyawa ini mampu menghambat hingga membunuh sel-sel
tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Keunggulan senyawa
ini dibandingkan dengan senyawa lain adalah kemampuan membunuh sel kanker
dengan eektif dan aman tanpa menyebabkan rasa mual, muntah, kehilangan berat
badan, dan kerontokan rambut pada jumlah besar.
Dalam
daun sirsak terkandung zat Acetogenins
dengan kemampuan 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker bila dibandingkan
dengan Adryamicin, zat yang biasa
digunakan pada proses kemoterapi. Acetogenins
mampu membunuh sel kanker pada kanker usus, tiroid, prostat, payudara, bahkan
penyakit ambeien tanpa merusak bagian sel tubuh yang sehat di sekelilingnya.
Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health
Sciences Institute, Amerika Serikat, di bawah pengawasan The National Cancer Institute, Amerika
Serikat.
Steroid dan Triterpenoid juga ditemukan dalam daun sirsak. Dalam dunia medis
zat jenis ini digunakan untuk pembuatan obat-obatan anabolik dan antiinflamasi
sehingga memungkinkan daun sirsak sebagai penyembuh luka yang meradang.
Senyawa
lain yang terdapat pada daun sirsak adalah flavonoida.
Fungsi flavonoida ialah pengatur tumbuh, pengatur fotosintesis, kerja antimikroba
dan antivirus. Daun sirsak yang telah ditumbuk dan dicampur air lalu diperas
dapat digunakan sebagai pembasmi kutu rambut. Cara penggunaannya dengan
membilas rambut dengan air perasan daun sirsak dan dibiarkan selama beberapa
jam.
Terdapat juga sejumlah zat penting yang berperan sebagai obat
dan berguna bagi kekebalan tubuh seperti annocatacin, muricapentocin,
annocatalin, annomuricin, annohexocin, anomurine, anonol, annomuricin,
gigantetronin, caclourine, linoleic acid dan gentisic
acid.
Pengolahan daun sirsak bervariasi
sesuai dengan pilihan konsumen. Namun pada umumnya daun sirsak diolah dengan
cara direbus lalu diambil sarinya. Cara pengolahannya adalah dengan merebus daun 10 lembar daun sirsak dalam
3 gelas air. Perebusan dilakukan hingga air tinggal satu gelas. Kemudian daun
sirsak dipisahkan dari air rebusan dengan cara disaring. Rebusan daun sirsak
diberikan pada penderita sebanyak 2 kali sehari. Setelah minum rebusan daun
sirsak, penderita akan merasa panas, seperti efek kemoterapi. Cara lainnya daun
sirsak diolah menjadi teh. Biasanya dikemas dalam kantong-kantong kecil untuk
ukuran satu gelas, seperti kantong teh pada umumnya. Khasiat teh daun sirsak
dipercaya bisa menyembuhkan kanker, menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi
dan penyakit gondok. Selain untuk pengobatan, teh daun sirsak juga bisa
dikonsumsi sebagai suplemen untuk menjaga kebugaran.
Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk menggunakan daun sirsak sebagai
pengobatan herbal dan alami, dianjurkan bagi pasien untuk berkonsultasi dengan
dokter atau ahli herbal. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi kondisi pasien
yang alergi terhadap daun sirsak sehingga menolak reaksi pengobatan.
Setelah diketahui manfaat zat yang terkandung dalam daun sirsak,
masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaat tanaman yang memiliki
beragam kegunaan ini karena dapat dilihat bahwa masih sedikit masyarakat yang
mengolah sirsak, baik daging buah maupun daunnya, sebagai sebuah produk yang
memiliki daya tarik tersendiri.






0 komentar:
Posting Komentar