Minggu, 06 Desember 2015

Essai : Kandungan di Balik Daun Sirsak



            Sirsak (Annona muricata L.) adalah salah satu jenis buah yang banyak di jumpai di Indonesia. Iklim tropis dan kondisi tanah yang sesuai menjadi faktor utama banyaknya pohon sirsak yang tumbuh di negara sekitar garis khatulistiwa. Daerah asal buah berduri ini adalah Karibia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sirsak secara komersial ditanam untuk diambil daging buahnya. Pada umumnya daging buah sirsak berwarna putih dan terasa masam saat dikonsumsi secara langsung. Hal ini tidak mengurungkan niat masyarakat untuk mengolah sirsak menjadi aneka makanan dan minuman, seperti jus dan selai, mengingat bahwa daging buah sirsak menawarkan berbagai kandungan positif seperti kadar vitamin C yang tinggi, karbohidrat terutama fruktosa, dan serat. Namun, selain buah sirsak yang kaya akan zat-zat berguna, ternyata daun sirsak juga dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi dengan tujuan medis, terutama untuk pengobatan alternative penderita kanker.

            Beberapa masyarakat telah mengetahui khasiat daun sirsak bahkan telah menerapkannya di kehidupan. Akan tetapi informasi mengenai kegunaan daun sirsak masih belum marak di semua lapisan masyarakat. Ada yang telah mengetahui hal ini tetapi mereka masih bertanya-tanya tentang validitasnya. Pada kalangan tertentu bahkan ada yang belum mengetahui informasi mengenai manfaat daun sirsak. Dari hal ini, maka sebenarnya zat apakah yang terkandung dalam daun sirsak yang dikatakan ampuh melawan sel-sel ganas pada kanker?
            Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic pada daun sirsak dimana senyawa ini mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Keunggulan senyawa ini dibandingkan dengan senyawa lain adalah kemampuan membunuh sel kanker dengan eektif dan aman tanpa menyebabkan rasa mual, muntah, kehilangan berat badan, dan kerontokan rambut pada jumlah besar.
            Dalam daun sirsak terkandung zat Acetogenins dengan kemampuan 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker bila dibandingkan dengan Adryamicin, zat yang biasa digunakan pada proses kemoterapi. Acetogenins mampu membunuh sel kanker pada kanker usus, tiroid, prostat, payudara, bahkan penyakit ambeien tanpa merusak bagian sel tubuh yang sehat di sekelilingnya. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat, di bawah pengawasan The National Cancer Institute, Amerika Serikat.
            Steroid dan Triterpenoid juga ditemukan dalam daun sirsak. Dalam dunia medis zat jenis ini digunakan untuk pembuatan obat-obatan anabolik dan antiinflamasi sehingga memungkinkan daun sirsak sebagai penyembuh luka yang meradang.
            Senyawa lain yang terdapat pada daun sirsak adalah flavonoida. Fungsi flavonoida ialah pengatur tumbuh, pengatur fotosintesis, kerja antimikroba dan antivirus. Daun sirsak yang telah ditumbuk dan dicampur air lalu diperas dapat digunakan sebagai pembasmi kutu rambut. Cara penggunaannya dengan membilas rambut dengan air perasan daun sirsak dan dibiarkan selama beberapa jam.
Terdapat juga sejumlah zat penting yang berperan sebagai obat dan berguna bagi kekebalan tubuh seperti annocatacin, muricapentocin, annocatalin, annomuricin, annohexocin, anomurine, anonol, annomuricin, gigantetronin, caclourine,  linoleic acid dan gentisic acid.
Pengolahan daun sirsak bervariasi sesuai dengan pilihan konsumen. Namun pada umumnya daun sirsak diolah dengan cara direbus lalu diambil sarinya. Cara pengolahannya adalah dengan merebus daun 10 lembar daun sirsak dalam 3 gelas air. Perebusan dilakukan hingga air tinggal satu gelas. Kemudian daun sirsak dipisahkan dari air rebusan dengan cara disaring. Rebusan daun sirsak diberikan pada penderita sebanyak 2 kali sehari. Setelah minum rebusan daun sirsak, penderita akan merasa panas, seperti efek kemoterapi. Cara lainnya daun sirsak diolah menjadi teh. Biasanya dikemas dalam kantong-kantong kecil untuk ukuran satu gelas, seperti kantong teh pada umumnya. Khasiat teh daun sirsak dipercaya bisa menyembuhkan kanker, menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi dan penyakit gondok. Selain untuk pengobatan, teh daun sirsak juga bisa dikonsumsi sebagai suplemen untuk menjaga kebugaran.
Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk menggunakan daun sirsak sebagai pengobatan herbal dan alami, dianjurkan bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi kondisi pasien yang alergi terhadap daun sirsak sehingga menolak reaksi pengobatan.
Setelah diketahui manfaat zat yang terkandung dalam daun sirsak, masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaat tanaman yang memiliki beragam kegunaan ini karena dapat dilihat bahwa masih sedikit masyarakat yang mengolah sirsak, baik daging buah maupun daunnya, sebagai sebuah produk yang memiliki daya tarik tersendiri.



0 komentar:

Posting Komentar