It’s raining outside. That’s just
another day in the December. The city is so cold and hazy that you can barely
see your own feet leap in the ground. But she doesn’t care. As you can see her shivering
body was soaked by the raindrop. White t-shirt and the skinny jeans she wears
are all wet. She doesn’t even bring an umbrella or jacket or anything else you
would have brought in this cold weather. She just keeps walking along the
street. The warm-and-well-clothed lady she passed by was staring at her in
wonder. But she doesn’t care. All the people she met was bringing an umbrella
and wearing something but t-shirt. Some couples are standing under the tree.
One boy, as her eyes catch, extends his arm to the girl next to him, trying to
keep her warm. She still doesn’t care. Her head nods for a while as her body
was unable to confine the cold. She was trembling heavily. Her step is stopped.
All of sudden she feels like the air is choking her throat. She cried for a
help but it was useless since there is nobody there, or there is no one
recognize her existence. Her mind is collapsed, and so is her body. At the end
of her conscious, she feels a hand gripping her from the back, preventing her
backbone falls hitting the cold and wet ground.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 10 Desember 2015
Minggu, 06 Desember 2015
Essai : Kandungan di Balik Daun Sirsak
Sirsak
(Annona muricata L.)
adalah salah satu jenis buah yang banyak di jumpai di Indonesia. Iklim tropis
dan kondisi tanah yang sesuai menjadi faktor utama banyaknya pohon sirsak yang
tumbuh di negara sekitar garis khatulistiwa. Daerah asal buah berduri ini
adalah Karibia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sirsak secara komersial
ditanam untuk diambil daging buahnya. Pada umumnya daging buah sirsak berwarna
putih dan terasa masam saat dikonsumsi secara langsung. Hal ini tidak
mengurungkan niat masyarakat untuk mengolah sirsak menjadi aneka makanan dan
minuman, seperti jus dan selai, mengingat bahwa daging buah sirsak menawarkan
berbagai kandungan positif seperti kadar vitamin C yang tinggi, karbohidrat terutama
fruktosa, dan serat. Namun, selain buah sirsak yang kaya akan zat-zat berguna,
ternyata daun sirsak juga dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi dengan tujuan
medis, terutama untuk pengobatan alternative penderita kanker.
Essai : Harapan Baru Bahari Nusantara
Sebagai
negara maritim dan kepulauan, Indonesia sarat akan berbagai sumber daya alam
pada aspek bahari. Bukanlah hal baru apabila banyak wisatawan mancanegara
berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk sekadar menikmati pesona hayati
yang disuguhkan. Pada saat ini, sektor pariwisata Indonesia memiliki peran yang
signifikan dalam penambahan devisa negara. Namun, terdapat sebuah ironi pahit
yang terabaikan dari pusat perhatian massa. Terlepas dari sektor pariwisata
yang merajai pengolahan kekayaan alam Indonesia, kesadaran dalam distribusi dan
pemanfaatan sumber daya pada negara kita masih terbilang rendah. Satu contoh
realistis dan sangat mudah dijumpai adalah sektor perekonomian laut Indonesia.
Sebuah survey di Jepang melaporkan bahwa terdapat sekitar 7.000 nelayan di
Indonesia yang masih menggunakan peralatan tradisional pada saat melaut. Di
sinilah batu hambatan terbesar yang menghambat perekonomian bahari negara kita.
Rendahnya apresiasi dari pemerintah menyebabkan para nelayan kesulitan dalam
mendistribusikan hasil tangkapan mereka secara langsung. Fakta lainnya bahwa
pemerintah menarik retribusi dari tiap nelayan. Lalu, akankah hal ini tetap
berlanjut?
Part 3 : Their Beginning
Agar kalian tidak bingung, akan aku
jelaskan kronologinya.
Saat telah sampai depan rumahnya,
Sally langsung menyembul keluar dari mobil. Tanpa mengatakan seucap, sepatah,
atau sesuku kata pun padaku. Ooh yang benar saja, ini sangat menggangguku. Oke,
aku tau. Kalian bertanya tentang apa yang aku harapkan? Ya, ya. Hal itu juga
akan aku jelaskan.
Resensi Buku 5cm Dhonny Dhirgantoro
Resensi
Buku
Judul buku :
5cm
Pengarang :
Dhonny Dhirgantoro
Penerbit :
PT. Grasindo
Tahun terbit :
November 2007
Jumlah halaman : 381 halaman
UNTAIAN CINTA CINTA
Masih
empat puluh menit lagi sebelum waktu keberangkataan.
Seseorang
dengan mengenakan topi bisbol tengah duduk di dalam waiting room, menunggu waktu keberangkatan tiba. Sesekali ia
melihat arloji swiss army di
tangannya.
Charles de Gaulle airport. Bisiknya
dalam hati. Guratan-guratan kecemasan, keraguan, dan kegelisahan terpancar kuat
dari sorot matanya. Entahlah, mungkin ini merupakan pertama kalinya ia
bepergian antar negara, siapa yang tau. Tiba-tiba ia menarik ransel coklat dengan
badge bendera USA di pojok kanan bawah, mengeluarkan sepasang headset. Tanpa terduga, sebuah amplop
mencuat dari dalam ranselnya. Segera ia memungut amplop putih yang telah
memudar itu. Dilihat dari bentuknya, dapat dipastikan bahwa itu bukanlah amplop
baru. Banyak terdapat lipatan lusuh di permukaannya. Mungkin amplop tersebut
telah berada di dalam ransel coklat dalam waktu yang lama. Mungkin ia menyimpan
amplop tersebut karena suatu hal atau mungkin ia hanya lupa untuk membuangnya
sebelum packing menuju Paris. Sekali
lagi, siapa yang tau.










